Kamis, 09 Desember 2021

Harga Emas Antam akan Sulit Naik Sampai Pekan Depan, Ada Apa?

Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

 

PT RifanHarga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam turun pada perdagangan Kamis (9/12). Penyebabnya, harga emas dunia yang lagi-lagi gagal menguat.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini turun Rp 3.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 930.000/batang, secara persentase turun 0,32%.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 515,000 517,000 519,000
1 gr 930,000 934,000 938,000
2 gr 1,800,000 1,808,000 1,816,000
3 gr 2,675,000 2,687,000 2,699,000
5 gr 4,425,000 4,444,000 4,464,000
10 gr 8,795,000 8,834,000 8,874,000
25 gr 21,862,000 21,960,000 22,058,000
50 gr 43,645,000 43,841,000 44,037,000
100 gr 87,212,000 87,604,000 87,996,000
250 gr 217,765,000 218,744,000 219,724,000
500 gr 435,320,000 437,278,000 439,237,000
1000 gr 870,600,000 874,517,000 878,435,000

Harga emas dunia masih kesulitan menguat pada di pekan ini, sebab pelaku pasar menanti kejelasan percepatan laju tapering bank sentral Amerika (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed).

Melansir data Refinitiv, emas pada perdagangan Rabu kemarin mengakhiri perdagangan di US$ 1.782,06/troy ons, melemah 0,11% di pasar spot.

Tingginya inflasi serta perekonomian yang kuat membuat The Fed mempertimbangkan untuk mempercepat tapering atau nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) yang saat ini senilai US$ 15 miliar setiap bulan.

Nilai QE bank sentral paling Powerful di dunia ini sebesar US$ 120 miliar, dan tapering sudah mulai dilakukan pada November lalu. Artinya, hingga QE menjadi nol diperlukan waktu selama 8 bulan.

The Fed diperkirakan akan meningkatkan tapering hingga menjadi US$ 30 miliar per bulan, sehingga QE akan menjadi nol dalam waktu 4 sampai 5 bulan. Selain itu, The Fed juga diprediksi akan memberikan indikasi agresif menaikkan suku bunga di tahun depan.

Normalisasi kebijakan moneter tersebut memberikan pukulan telak bagi emas yang membuatnya sulit menguat.

The Fed akan mengumumkan kebijakan moneternya pada Kamis pekan depan dini hari waktu Indonesia. Hingga pengumuman tersebut, harga emas dunia masih akan sulit untuk menguat, dan tentunya berdampak pada emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Rabu, 08 Desember 2021

Ada Inflow 13 Ton ke Pasar ETF, Apa Efeknya Bagi Emas Antam?

Emas Antam
Foto: Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

 

PT Rifan FinancindoHarga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. stagnan pada perdagangan Rabu (8/12), setelah naik tipis kemarin. Ada kabar bagus bagi emas, investor tetap memandangnya sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, sehingga ada peluang harganya bisa menanjak lagi.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas dengan berat 1 gram dijual Rp 933.000/batang, sama dengan harga kemarin.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 516,500 518,500 520,500
1 gr 933,000 937,000 941,000
2 gr 1,806,000 1,814,000 1,822,000
3 gr 2,684,000 2,696,000 2,708,000
5 gr 4,440,000 4,459,000 4,479,000
10 gr 8,825,000 8,864,000 8,904,000
25 gr 21,937,000 22,035,000 22,134,000
50 gr 43,795,000 43,992,000 44,189,000
100 gr 87,512,000 87,905,000 88,299,000
250 gr 218,515,000 219,498,000 220,481,000
500 gr 436,820,000 438,785,000 440,751,000
1000 gr 873,600,000 877,531,000 881,462,000

Emas saat ini masih dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi terlihat dari laporan terbaru World Gold Council (WGC). Sepanjang bulan November dilaporkan terjadi inflow di pasar Exchange Trade Fund (ETF) berbasis emas sebesar 13,6 ton.

Inflow di pasar ETF tersebut menunjukkan emas masih menjadi salah satu lindung nilai terhadap inflasi, meski belum tercermin dari harga emas yang justru melemah.
Namun, jika dilihat sepanjang bulan November, harga emas sebenarnya sempat melesat lebih dari 5%, tetapi malah berbalik melemah 0,5%.

Seperti diketahui, banyak negara mengalami inflasi tinggi saat ini. Tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) berada di level tertinggi dalam tiga dekade terakhir.

"Emas masih 4% lebih rendah dari tahun lalu sebab gagal mempertahankan reli harga akibat hambatan dari kebijakan moneter dan dolar AS yang konsisten menguat sejak bulan Juni," kata analis WGC dalam laporan yang dikutip Kitco, Selasa (7/12).

Di tahun 2022, WGC melihat banyak faktor yang akan mempengaruhi harga emas, tetapi semakin besar ketidakpastian akan menjadi support bagi harga emas.

"Kami percaya banyak faktor yang mempengaruhi harga emas di tahun ini masih akan menjadi faktor penting di 2022. Laju dan arah inflasi serta suku bunga, Covid-19, dan resilien pertumbuhan ekonomi global. Ketidakpastian masih akan memberikan support ke emas sebagai investasi lindung nilai," kata analis WGC.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Selasa, 07 Desember 2021

Harga emas Antam Naik Saat Emas Dunia Turun, kok Bisa?

emas
Foto: Ilustrasi Karyawan menunjukkan emas batangan yang dijual di Butik Emas, Sarinah, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

 

PT RifanHarga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam naik tipis pada perdagangan Selasa (7/12). Padahal harga emas dunia turun pada perdagangan Senin kemarin. Rupiah yang sudah 12 hari tidak pernah menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS), menjadi penahan penurunan emas Antam, sekaligus membawanya naik tipis.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan naik Rp 1.000/gram pada hari ini. Emas dengan berat 1, gram dijual Rp 933.000/batang, secara persentase naik 0,11%.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com. 

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 516,500 518,500 520,500
1 gr 933,000 937,000 941,000
2 gr 1,806,000 1,814,000 1,822,000
3 gr 2,684,000 2,696,000 2,708,000
5 gr 4,440,000 4,459,000 4,479,000
10 gr 8,825,000 8,864,000 8,904,000
25 gr 21,937,000 22,035,000 22,134,000
50 gr 43,795,000 43,992,000 44,189,000
100 gr 87,512,000 87,905,000 88,299,000
250 gr 218,515,000 219,498,000 220,481,000
500 gr 436,820,000 438,785,000 440,751,000
1000 gr 873,600,000 877,531,000 881,462,000

Harga emas dunia pada perdagangan Senin kemarin melemah 0,32% ke US$ 1.778,1/troy ons. Sementara rupiah kemarin melemah 0,28% ke Rp 14.435/US$.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika rupiah melemah maka harganya akan menjadi lebih mahal jika dikonversi ke Mata Uang Garuda. Sehingga ketika harga emas dunia turun dan di saat bersamaan nilai tukar rupiah juga melemah, harga emas Antam bisa stabil, bahkan tidak menutup kemungkinan menguat meski tipis, berlawan dengan arah emas dunia seperti yang terjadi hari ini.

Meski demikian, pasar emas saat ini masih tidak tentu arah menanti pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) pekan depan. The Fed diperkirakan akan mengumumkan mempercepat tapering atau program pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE).

Kabar buruknya, harga emas dunia diprediksi akan merosot dan bisa menyeret emas Antam.

"Percepatan pengumuman tapering pasti terjadi jika data menunjukkan virus corona varian Omicron di pekan ini dan pekan depan mengkonfirmasi gejala yang ringan. Jadi, emas akan tetap tertekan hingga pekan depan dan berpotensi turun ke US$ 1.720/troy ons," kata Jeffrey Halley, analis pasar di OANDA, sebagaimana dilansir CNBC International, Senin (7/12).

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Senin, 06 Desember 2021

Awas! Harga Emas Antam Berisiko Liar Hingga Pekan Depan

Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

 

PT Rifan FinancindoHarga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam stagnan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (6/12). Selain itu, emas Antam berisiko berfluktuasi di pekan ini dan kemungkinan bergerak liar, sebab emas dunia diperkirakan masih belum jelas arahnya akan ke mana.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas batangan dengan berat 1 gram dibanderol Rp 932.000/batang, sama persis dengan harga Sabtu pekan lalu. Semua emas batangan yang dijual juga stagnan.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 516,000 518,000 520,000
1 gr 932,000 936,000 940,000
2 gr 1,804,000 1,812,000 1,820,000
3 gr 2,681,000 2,693,000 2,705,000
5 gr 4,435,000 4,454,000 4,474,000
10 gr 8,815,000 8,854,000 8,894,000
25 gr 21,912,000 22,010,000 22,109,000
50 gr 43,745,000 43,941,000 44,138,000
100 gr 87,412,000 87,805,000 88,198,000
250 gr 218,265,000 219,247,000 220,229,000
500 gr 436,320,000 438,283,000 440,246,000
1000 gr 872,600,000 876,526,000 880,453,000

Di pekan ini harga emas Antam berisiko fluktuatif, sebab harga emas dunia dikatakan masih tak tentu arah.

Survei mingguan yang dilakukan Kitco juga menunjukkan terbelahnya pendapat kemana emas akan melangkah di pekan depan.

Dari 14 analis di Wall Street yang disurvei, sebanyak 4 orang memperkirakan harga emas akan naik di pekan depan (bullish), sementara 5 orang memprediksi akan turun (bearish) dan 5 orang lagi netral.

Tidak ada pendapat mayoritas dalam survei tersebut, yang menjadi indikasi arah pergerakan emas masih belum jelas.

Belum jelasnya kemana arah emas terjadi akibat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya. Tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) kemungkinan akan dipercepat.

Ketika tapering dipercepat, suku bunga juga kemungkinan akan naik lebih awal. Hal tersebut memberikan pukulan telak bagi emas.

The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter pada pekan depan, sehingga pelaku pasar akan berhati-hati masuk ke pasar emas, dan kemungkinan harganya bergerak liar naik-turun.

Di sisi lain, penyerabaran virus corona varian Omicron menambah ketidakpastian di perekonomian global. Emas yang menyandang status safe haven menjadi diuntungkan.
Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengatakan penyebaran Omicron dapat memicu pelambatan ekonomi.

"Tentu harapannya, ini bukan sesuatu yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi secara signifikan," katanya soal varian yang pertama kali terdeteksi di Boswana dan Afrika Selatan (Afsel) itu, dikutip Reuters, Jumat (3/12/2021).

"Ada banyak ketidakpastian. Itu bisa menyebabkan masalah yang signifikan. Kami masih mengevaluasi itu."

Ia berujar Omicron bisa memperburuk hambatan rantai pasokan yang kini masih terjadi dan melambungkan inflasi. Tapi, ini juga bisa menekan permintaan dan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih lambat.

Ketika inflasi melambung, emas lagi-lagi diuntungkan sebab secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Tetapi, sekali lagi pelaku pasar akan berhati-hati sebelum pengumuman kebijakan moneter The Fed, sehingga arah pergerakan emas dunia masih belum jelas, dan berdampak pada emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap) 

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Jumat, 03 Desember 2021

Emas Antam Turun Lagi, Sudah Saatnya Borong Nih?

Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

 

PT Rifan FinancindoHarga emas dunia kembali merosot pada perdagangan Kamis kemarin yang membuat harga emas Antam turun pada hari ini, Jumat (3/12). Harga logam mulia sedang tertekan akibat kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya. Tetapi ada yang memprediksi di semester I-2022 emas akan kembali melesat.

Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini turun Rp 3.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 926.000/batang, secara persentase turun 0,32%.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 513,000 515,000 517,000
1 gr 926,000 930,000 934,000
2 gr 1,792,000 1,800,000 1,808,000
3 gr 2,663,000 2,674,000 2,686,000
5 gr 4,405,000 4,424,000 4,444,000
10 gr 8,755,000 8,794,000 8,833,000
25 gr 21,762,000 21,859,000 21,957,000
50 gr 43,445,000 43,640,000 43,836,000
100 gr 86,812,000 87,202,000 87,593,000
250 gr 216,765,000 217,740,000 218,715,000
500 gr 433,320,000 435,269,000 437,219,000
1000 gr 866,600,000 870,499,000 874,399,000

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin berakhir di US$ 1.768,63/troy ons, merosot 0,8% di pasar spot melansir data Refinitiv.

Merosotnya emas tidak lepas dari kemungkinan bank sentral AS (The Fed) akan mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.

The Fed resmi mengumumkan akan melakukan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sebesar US$ 15 miliar setiap bulannya mulai November lalu. Dengan nilai QE sebesar US$ 120 miliar, butuh waktu 8 bulan untuk menyelesaikannya. Artinya, tapering akan berakhir pada bulan Juni tahun depan.

Namun dalam beberapa pekan terakhir banyak pejabat elit The Fed yang mendorong tapering dilakukan lebih cepat guna meredam tingginya inflasi. Dan, ketua The Fed Jerome Powell di pekan ini mengatakan bisa mempercepat laju tapering.

"Saat ini perekonomian sangat kuat dan inflasi juga sangat tinggi, oleh karena itu menurut pandangan saya akan tepat jika mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat, mungkin beberapa bulan lebih awal," kata Powell di hadapan Senat AS, sebagaimana diwartakan CNBC International, Selasa (30/11).

Ketika tapering dipercepat, suku bunga juga kemungkinan akan naik lebih awal. Hal tersebut memberikan pukulan telak bagi emas.

Namun, analis dari TD Securities, Bart Melek, mengatakan semester I-2022 merupakan kondisi yang bagus bagi emas dunia untuk kembali menanjak.

"Pergerakan emas akan positif di semester pertama tahun depan," kata Melek sebagaimana diwartakan Kitco, Kamis (2/12).

Melek menargetkan harga emas mencapai US$ 1.900/troy ons, sebab pasar akan berfokus pada pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta risiko geopolitik.

Jika dilihat dari level saat ini, artinya emas dunia diprediksi akan naik sekitar 7,5% di semester I-2022, dan tentunya bisa mengerek harga emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia

Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan