
Tekanan jual di pasar saham Hong Kong kembali meningkat untuk hari kedua berturut-turut, menandai pelemahan yang semakin signifikan. Indeks Hang Seng ditutup turun 2,2% atau merosot 611,54 poin ke level 26.775,57 pada Senin, 2 Februari. Ini merupakan penurunan harian terdalam sejak indeks tersebut jatuh 2,4% pada 21 November, menegaskan bahwa pasar telah bergeser dari sekadar koreksi teknikal menuju fase “risk-off” yang lebih tegas dan menyeluruh.
Pelemahan ini diperparah oleh tekanan yang bersifat luas di hampir seluruh sektor. Saham-saham perdagangan dan industri memimpin penurunan, menciptakan kondisi pasar yang nyaris sepenuhnya merah. Dari total 88 saham yang tercatat, sebanyak 75 saham melemah, hanya 11 saham yang menguat. Pola seperti ini biasanya mencerminkan aksi jual kolektif, di mana investor memilih mengurangi eksposur secara menyeluruh, bukan sekadar berpindah antar sektor atau saham tertentu.
Saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi salah satu sumber tekanan utama terhadap indeks. Alibaba Group Holding Ltd. tercatat sebagai kontributor terbesar pelemahan setelah sahamnya turun 3,5%. Penurunan Alibaba ikut menekan sentimen terhadap saham-saham pertumbuhan yang sangat sensitif terhadap perubahan suasana pasar, terutama ketika kepercayaan investor melemah dan toleransi risiko menurun.
Sementara itu, BYD Co. mencatat penurunan paling tajam pada sesi tersebut dengan koreksi mencapai 6,9%. Kejatuhan BYD mengirim sinyal kuat bahwa tekanan jual kini juga menyasar saham-saham pemimpin yang biasanya diuntungkan saat optimisme pasar tinggi. Ketika sentimen memburuk, saham-saham unggulan justru sering menjadi target tercepat untuk aksi ambil untung, mempercepat laju penurunan indeks secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, Indeks Hang Seng saat ini menghadapi tekanan yang bersifat menyeluruh, bukan berasal dari satu sektor atau satu katalis tunggal. Ketika mayoritas saham bergerak turun dan emiten besar seperti Alibaba serta BYD ikut membebani pasar, stabilisasi biasanya memerlukan pemicu baru yang kuat. Tanpa adanya katalis positif, pola pelemahan berkelanjutan—turun hari ini dan berpotensi berlanjut pada sesi berikutnya—masih menjadi risiko yang nyata di pasar saham Hong Kong.
Sumber : www.newsmaker.id



