Pound sterling (GBP) bergerak dalam kisaran sempit sedikit di atas level support kunci 1,2400 terhadap dolar AS (USD) selama sesi perdagangan Eropa pada Jumat. Pasangan GBP/USD tetap stabil meskipun permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven meningkat pada Kamis. Peningkatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengulangi niatnya untuk memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko mulai Sabtu, serta tarif 100% pada negara-negara BRICS jika mereka mencoba mengganti dolar AS dengan mata uang baru dalam perdagangan internasional.
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan mendekati level tertinggi mingguan di 108,20. Melalui platform media sosial TruthSocial, Trump menyatakan, “Kami akan menuntut komitmen dari negara-negara yang terlihat bermusuhan ini bahwa mereka tidak akan menciptakan mata uang BRICS baru atau mendukung mata uang lain untuk menggantikan dolar AS yang perkasa, atau mereka akan menghadapi tarif 100%.” Dia menambahkan bahwa tidak ada kemungkinan “BRICS akan menggantikan dolar AS dalam perdagangan internasional” atau di tempat lain, dan negara mana pun yang mencoba harus mengatakan, “Halo Tarif, dan Selamat Tinggal Amerika!”
Para pelaku pasar percaya bahwa tarif yang lebih tinggi dari Presiden Trump akan bersifat inflasioner bagi perekonomian AS, yang dapat memaksa Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini lebih lama. Pada Rabu, Fed mengumumkan jeda dalam siklus pelonggaran moneternya dan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25%-4,50%.
Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa penyesuaian kebijakan moneter akan tepat dilakukan ketika bankir sentral melihat “kemajuan nyata dalam inflasi atau setidaknya beberapa kelemahan di pasar tenaga kerja.”
Pada Jumat, investor akan memantau dengan cermat data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk Desember, yang dijadwalkan dirilis pada pukul 13:30 GMT. Inflasi inti PCE, yang menjadi indikator inflasi favorit Fed, diperkirakan akan meningkat menjadi 0,2% secara bulanan dari 0,1% pada November, dengan angka tahunan yang tumbuh stabil di 2,8%.
Kestabilan pound sterling di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan tarif Trump menunjukkan ketahanan mata uang Inggris. Namun, pasar tetap waspada terhadap potensi dampak inflasi dan kebijakan moneter AS yang dapat mempengaruhi pergerakan mata uang global dalam jangka pendek. Data PCE yang akan datang akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan Fed dan sentimen pasar ke depan.