
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak stabil dengan bias positif di sekitar level 1,1980 pada awal sesi perdagangan Eropa hari Kamis, mencerminkan tekanan berkelanjutan terhadap dolar AS. Pelemahan dolar terjadi di tengah ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya terkait independensi dan langkah lanjutan Federal Reserve. Investor global memilih bersikap hati-hati sambil menunggu rilis data Consumer Confidence Zona Euro serta laporan Initial Jobless Claims AS, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk tambahan mengenai kekuatan ekonomi masing-masing kawasan.
Tekanan terhadap dolar AS semakin diperkuat oleh kekhawatiran pasar atas gaya kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai sulit diprediksi. Pernyataan Trump mengenai rencana pengumuman Ketua The Fed yang baru dalam waktu dekat memicu spekulasi luas di pasar keuangan. Ia bahkan menyiratkan kemungkinan penurunan suku bunga secara signifikan di bawah kepemimpinan baru, sebuah komentar yang langsung meningkatkan sensitivitas pasar terhadap prospek kebijakan moneter AS dan memperlemah daya tarik dolar sebagai aset lindung nilai.
Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reserve pada pertemuan Januari memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%. Ketua The Fed Jerome Powell menilai kondisi ekonomi AS masih cukup solid dengan pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan stabilisasi, meskipun terdapat indikasi perlambatan bertahap. Para pejabat Fed juga menegaskan pendekatan yang lebih berhati-hati terkait pelonggaran kebijakan ke depan, sementara pelaku pasar mulai memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya dapat terjadi paling cepat pada bulan Juni. Ekspektasi ini terus membebani dolar dan memberikan ruang bagi penguatan euro.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Februari dan cenderung menjaga kebijakan tersebut hingga pertengahan 2026. Kondisi ini membuat fokus pasar tertuju pada perbedaan arah kebijakan moneter antara ECB dan The Fed. Selama ketidakpastian kebijakan AS masih mendominasi sentimen global dan euro mendapat dukungan dari stabilitas kebijakan ECB, pasangan EUR/USD berpotensi tetap bertahan di level tinggi mendekati 1,20, dengan volatilitas yang dipengaruhi oleh rilis data ekonomi utama dan pernyataan pejabat bank sentral.



