Kamis, 08 Januari 2026

Sentimen Risk-Off Tekan AUD, Pasar Menunggu NFP

Dolar Australia melemah terhadap mayoritas mata uang G10 seiring perubahan sentimen pasar yang semakin defensif. Pelemahan ini dipicu oleh pernyataan Wakil Gubernur Reserve Bank of Australia, Andrew Hauser, yang meredam spekulasi pasar terkait potensi pengetatan kebijakan moneter dalam waktu dekat. Hauser menegaskan bahwa RBA menilai tekanan inflasi dalam kerangka waktu satu hingga dua tahun, bukan bereaksi berlebihan terhadap satu rilis data saja. Sikap ini langsung mengurangi momentum penguatan AUD karena pasar menilai peluang kebijakan yang lebih hawkish semakin terbatas.

Tekanan terhadap dolar Australia semakin besar ketika sentimen risk-off mendominasi pasar global. Pelemahan bursa saham Asia mendorong investor untuk mengalihkan dana ke aset safe haven, seperti yen Jepang, franc Swiss, dan dolar AS. Indeks saham Asia-Pasifik tercatat turun sekitar 0,8%, mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko, termasuk mata uang komoditas seperti AUD.

Dalam perdagangan mata uang, pasangan AUD/USD melemah ke area 0,6698, mencerminkan kombinasi tekanan dari faktor domestik dan global. Sementara itu, mata uang safe haven relatif stabil, dengan USD/JPY bergerak di sekitar 156,59 dan USD/CHF bertahan di kisaran 0,7970. Pola ini mempertegas bahwa arus modal cenderung menjauhi aset berisiko di tengah ketidakpastian pasar.

Dari sisi dolar AS, indeks dolar bergerak stabil di sekitar level 98,7 setelah menguat dalam dua sesi sebelumnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit melemah dan bertahan di dekat 4,13%, sehingga membatasi ruang penguatan dolar agar tidak bergerak terlalu agresif. Stabilitas yield ini menciptakan keseimbangan sementara antara permintaan dolar sebagai aset aman dan ekspektasi kebijakan moneter ke depan.

Pelaku pasar kini menahan posisi besar sambil menantikan dua katalis utama pada hari Jumat, yaitu rilis data Non-Farm Payrolls Amerika Serikat bulan Desember dan potensi keputusan terkait kebijakan tarif global. Kedua faktor ini diperkirakan akan memberikan arah yang lebih jelas bagi pergerakan mata uang utama. Di kelompok G10 lainnya, EUR/USD relatif stabil di sekitar 1,1681, sementara GBP/USD bertahan di kisaran 1,3460, menunjukkan sikap wait and see pasar menjelang data penting yang berpotensi mengubah peta sentimen global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar