
Reli pasar saham Hong Kong kembali berlanjut untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu, mendekati rangkaian kenaikan terpanjang dalam dua minggu terakhir. Indeks Hang Seng menguat 0,6% ke level 26.039,99, dipimpin oleh lonjakan saham-saham teknologi. Meituan mencatat kenaikan mencolok sebesar 6,6% menjelang rilis laporan keuangannya, sementara ZTO Express naik 3,5%, BYD menguat 2,7%, dan JD.com mencatat pertumbuhan 1,8%. Di sisi lain, Alibaba terkoreksi tipis 0,1% meskipun laba kuartal Septembernya anjlok 52% secara tahunan—penurunan yang tetap lebih baik dari ekspektasi pasar. Sentimen positif ini turut menular ke Tiongkok daratan, di mana indeks CSI 300 naik 0,5% dan Shanghai Composite bertambah 0,2%.
Kenaikan ini tidak terlepas dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga. Data terbaru menunjukkan melemahnya kepercayaan konsumen AS dan penjualan ritel yang lesu, mendorong pasar kembali pada pola pikir “bad news is good news”, di mana data ekonomi yang lemah dianggap memberikan ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter. Dampaknya terasa luas di pasar Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,9%, Kospi Korea Selatan menguat 2%, dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,8%. Gelombang penguatan ini menandakan pulihnya selera risiko investor di kawasan.
Secara keseluruhan, kombinasi optimisme terhadap stimulus moneter global, performa kuat saham teknologi, serta pemulihan sentimen regional menjadi motor utama reli bursa Hong Kong. Namun, keberlanjutan momentum ini akan sangat bergantung pada rilis data makroekonomi mendatang, hasil kinerja emiten teknologi besar, serta arah kebijakan bank sentral utama dunia.



