Rabu, 19 November 2025

Nikkei Tertekan Sentimen Takut, Aksi Beli Murah Kehilangan Tenaga

Indeks Nikkei ditutup melemah 0,9% ke level 48.281,47, menghapus seluruh kenaikan yang sempat terbentuk di awal sesi. Sentimen risk-off mendominasi pasar, membuat aksi beli murah (bargain hunting) tidak cukup kuat menahan tekanan jual yang semakin intens. Dalam beberapa hari terakhir, pasar saham global memang berada di bawah tekanan signifikan akibat kekhawatiran yang terus meningkat.

Menurut Analis Makro Global FOREX.com, Fawad Razaqzada, pasar global sedang menghadapi tekanan berat yang dipicu oleh kecemasan investor terhadap sektor teknologi. Menjelang rilis laporan keuangan Nvidia pada Rabu waktu setempat, pelaku pasar memilih berhati-hati dan mengurangi eksposur terhadap aset-aset berisiko. Ketidakpastian ini menambah beban pada sentimen pasar Jepang.

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama Nikkei. MODEC Inc. anjlok sekitar 8,0%, Kioxia Holdings terkoreksi 5,6%, dan Ebara jatuh 7,3%. Tekanan ini menunjukkan bahwa aksi jual terfokus pada saham-saham yang dianggap sensitif terhadap prospek pendapatan dan volatilitas global.

Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY bergerak relatif stabil di sekitar 155,43—hampir tidak berubah dari penutupan New York di level 155,52. Stabilnya yen menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menunggu katalis besar berikutnya, baik dari data ekonomi maupun kebijakan bank sentral, sebelum melakukan reposisi lebih agresif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar