Selasa, 04 November 2025

Hang Seng Berbalik Arah dan Ditutup Melemah di Tengah Penurunan Sektor yang Meluas

 

Indeks Hang Seng ditutup melemah 206 poin atau sekitar 0,8% ke level 25.952 pada perdagangan Selasa, setelah sempat mencatatkan kenaikan di awal sesi. Sentimen pasar memburuk secara signifikan, menyeret sebagian besar sektor ke zona merah dan menekan optimisme investor yang sempat muncul di awal perdagangan.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi, dengan indeks teknologi anjlok hingga 1,8%. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang melarang perusahaan Nvidia menjual chip kecerdasan buatan (AI) tercanggihnya ke Tiongkok menjadi pemicu utama pelemahan. Meski beberapa penjualan masih diizinkan untuk Beijing, larangan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi ketegangan perdagangan teknologi antara kedua negara. Di sisi lain, laporan bahwa pemerintah Tiongkok menaikkan subsidi dan memangkas biaya energi untuk pusat data besar tidak cukup mampu mengangkat sentimen pasar.

Saham sektor konsumer dan properti juga mencatatkan pelemahan, mengikuti tren negatif bursa utama di daratan Tiongkok. Penurunan ini diperparah oleh kejatuhan indeks berjangka AS yang terseret ketidakpastian jalur kebijakan suku bunga The Fed setelah dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, serta kekhawatiran atas potensi penutupan pemerintahan AS yang masih berlanjut.

Dari sisi korporasi, emiten properti Tiongkok yang sedang menghadapi tekanan keuangan kembali menjadi sorotan utama. New World Development mengumumkan rencana pertukaran obligasi senilai USD 1,9 miliar yang mencakup potongan nilai bagi kreditur, sementara obligasi dolar Vanke melemah setelah pemegang saham terbesarnya memperketat persyaratan pinjaman. Langkah ini semakin menambah kekhawatiran terhadap stabilitas sektor properti Tiongkok yang masih rentan terhadap tekanan likuiditas.

Beberapa saham yang mengalami penurunan signifikan di antaranya adalah Li Auto yang turun 3,7%, Innovent Biologics merosot 3,5%, Zijin Mining Group melemah 2,9%, serta Xiaomi Corp. yang terkoreksi 2,7%. Kinerja negatif ini menegaskan masih rapuhnya kepercayaan investor terhadap prospek pasar Hong Kong di tengah ketidakpastian global dan tekanan eksternal dari Amerika Serikat.

Sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar