
Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada Kamis (31 Oktober 2025), didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi dan elektronik yang memimpin pergerakan pasar. Kenaikan ini terjadi setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya, sementara pelemahan yen memberikan dorongan positif terhadap prospek laba bagi emiten berorientasi ekspor.
Sentimen positif semakin kuat setelah investor merespons kebijakan moneter BoJ yang tetap akomodatif, menandakan bahwa bank sentral Jepang belum melihat urgensi untuk mengetatkan kebijakan di tengah ketidakpastian global. Pelemahan yen terhadap dolar AS menjadi katalis penting bagi saham-saham eksportir, terutama di sektor semikonduktor, elektronik, dan otomotif, yang mendapat manfaat langsung dari peningkatan daya saing produk Jepang di pasar global.
Saham berkapitalisasi besar di sektor chip, perangkat elektronik, dan teknologi internet menjadi motor utama kenaikan indeks. Emiten seperti Tokyo Electron, Sony Group, dan SoftBank Group mencatat penguatan signifikan, mencerminkan optimisme investor terhadap permintaan global yang tetap kuat untuk produk teknologi. Selain itu, sentimen pasar juga mendapat dukungan dari meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok setelah pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Kesepakatan yang dihasilkan, meski belum menjamin kestabilan jangka panjang, berhasil memicu peningkatan selera risiko di kalangan investor.
Secara keseluruhan, Nikkei 225 ditutup naik sekitar 1% dan bertahan di level 52,4, menandai performa positif di akhir Oktober. Penguatan ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap potensi pemulihan ekonomi Jepang yang ditopang oleh sektor ekspor dan dukungan kebijakan moneter yang longgar.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati langkah-langkah lanjutan pemerintah Jepang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, termasuk stimulus fiskal dan kebijakan industri strategis. Pergerakan yen juga akan tetap menjadi faktor kunci dalam menentukan arah bursa, sementara sinyal kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) berpotensi memengaruhi arus modal global ke aset berisiko seperti saham Jepang. Dalam konteks ini, kombinasi antara stabilitas kebijakan BoJ, prospek ekspor yang solid, dan kondisi eksternal yang lebih kondusif dapat menjadi pendorong utama bagi kelanjutan tren positif Nikkei di bulan-bulan mendatang.
Sumber : newsmaker.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar