Rabu, 01 Oktober 2025

Harga Perak Tembus US$47, Dapat Angin Segar dari Data AS


Harga perak (XAG/USD) mencatatkan lonjakan lebih dari 1% dan sempat menyentuh level tertinggi baru di US$47,57 per troy ounce pada sesi Asia, Rabu pagi. Hingga saat artikel ini ditulis, perak masih stabil di sekitar US$47,15, didorong oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Katalis utama pergerakan perak kali ini datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Meski jumlah job openings naik tipis dari 7,21 juta menjadi 7,23 juta, tingkat perekrutan justru jatuh ke level terendah sejak Juni 2024, yakni di 3,2%. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga guna menopang pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat.

Dolar AS yang semakin melemah memperkuat posisi perak sebagai salah satu aset alternatif yang menarik. Berdasarkan proyeksi alat prediksi CME FedWatch, pasar kini memperkirakan kemungkinan 97% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Oktober mendatang, serta peluang 76% pemangkasan lanjutan di bulan Desember. Dalam skenario seperti ini, perak yang tidak memberikan imbal hasil bunga kembali menjadi primadona di kalangan investor global.

Momentum kenaikan harga perak juga semakin mempertegas statusnya sebagai aset pelindung nilai selain emas. Dengan tingkat ketidakpastian ekonomi yang tinggi, serta kebijakan moneter yang cenderung lebih longgar, potensi reli perak masih terbuka lebar. Para analis menilai, jika tekanan terhadap dolar AS terus berlanjut dan pemangkasan suku bunga benar-benar terwujud, harga perak berpotensi menembus level psikologis baru di atas US$48 per troy ounce dalam waktu dekat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar