
Dolar Australia (AUD) terus menguat terhadap dolar AS pada Jumat, menandai reli enam hari berturut-turut. Kenaikan ini tidak hanya terjadi terhadap USD, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Penguatannya dipicu data inflasi Australia yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan indeks harga konsumen naik selama empat bulan beruntun pada Oktober dan kini berada di atas target RBA sebesar 2%–3%. Kondisi ini membuat pasar mulai meragukan kemungkinan pelonggaran kebijakan dan justru melihat potensi kenaikan suku bunga lanjutan dari Reserve Bank of Australia (RBA).
Meski begitu, untuk pertemuan Desember, RBA masih diperkirakan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) di level 3,6%. Inflasi yang tinggi dianggap belum cukup menjadi alasan untuk perubahan kebijakan cepat, terutama karena pasar tenaga kerja masih relatif stabil meski tingkat pengangguran sedikit meningkat. Di sisi lain, Data Kredit Sektor Swasta yang dirilis Jumat mencatat pertumbuhan pinjaman sebesar 0,7% secara bulanan di Oktober, melampaui ekspektasi 0,6%, sementara pertumbuhan tahunan naik menjadi 7,3%.
Kontrak berjangka suku bunga ASX 30 hari hanya mencerminkan peluang sekitar 6% untuk pemangkasan suku bunga Desember, menandakan pasar lebih condong pada skenario suku bunga tinggi yang berkepanjangan. Ekspektasi ini pada akhirnya memberikan dukungan tambahan bagi kekuatan AUD di pasar global.
Sumber : newsmaker.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar