
Harga emas bergerak melemah di awal perdagangan Selasa setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi enam pekan. Spot gold turun sekitar 0,4% ke kisaran US$4.215 per troy ounce, sementara kontrak berjangka Desember terkoreksi 0,6% ke sekitar US$4.247 per troy ounce. Tekanan terbesar datang dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mendekati level tertinggi dua pekan, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Aksi ambil untung pascarally sebelumnya turut memperkuat tekanan jual.
Meskipun pergerakan emas terlihat lesu, sentimen fundamental masih relatif mendukung. Pasar tetap mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed, dengan probabilitas pemotongan pada Desember mencapai sekitar 88% menurut CME FedWatch. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset non-yielding. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell serta rilis data penting seperti laporan ketenagakerjaan ADP dan indeks core PCE yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.
Arus modal menunjukkan minat terhadap emas masih solid. SPDR Gold Trust—ETF emas terbesar dunia—mencatat kenaikan kepemilikan sebesar 0,44% menjadi 1.050,01 ton. Di sisi lain, logam mulia lain bergerak bervariasi: perak turun 1,9% ke sekitar US$56,88 per troy ounce, sementara platinum dan paladium mencatat kenaikan tipis. Secara keseluruhan, koreksi saat ini tampak sebagai jeda teknikal di tengah sentimen jangka menengah yang tetap ditopang oleh potensi penurunan suku bunga AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar