Kamis, 04 Desember 2025

Perak Mendekati Rekor Tertinggi di Tengah Keyakinan Pasar Akan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Perak stabil mendekati level tertinggi sepanjang masa pada Kamis, bertahan di sekitar $58,50 per ons troy, hanya kurang dari satu dolar dari rekor $58,97 yang tercapai sehari sebelumnya. Kenaikan ini telah berlangsung selama delapan hari berturut-turut, didorong spekulasi mengenai pasokan yang semakin ketat serta ekspektasi penurunan suku bunga AS—kombinasi yang biasanya menguntungkan logam mulia karena sifatnya yang tidak menawarkan imbal hasil bunga.

Momentum kenaikan perak semakin kuat setelah data ketenagakerjaan ADP menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas jumlah pekerja pada November dalam tingkat terbesar sejak awal 2023. Rilis tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang melemahnya pasar tenaga kerja dan mempertegas keyakinan pasar bahwa Federal Reserve hampir pasti memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 9–10 Desember mendatang. Di saat yang sama, indeks dolar AS juga melemah sekitar 0,4%, membuat harga perak dan logam mulia lainnya lebih terjangkau bagi pembeli internasional.

Sementara itu, emas hanya naik tipis 0,1% ke $4.206,89 per ons troy, menunjukkan pergerakan yang jauh lebih moderat dibanding perak. Di antara logam mulia lainnya, palladium mencatat penguatan, sedangkan platinum bergerak sedikit melemah. Secara keseluruhan, kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta kekhawatiran pasokan telah menjadikan perak sebagai salah satu komoditas yang paling bersinar di pasar global saat ini.

Sumber : newsmaker.id 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar