Foto: Keberangkatan PM Jepang Yoshihide dan Ibu Mariko Suga menuju Jepang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Rabu, 21 Oktober 2020 (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris) |
PT Rifan Financindo Berjangka - Ekonomi Jepang
keluar dari resesi di kuartal III (Q3) 2020. Dari data pemerintah yang
diumumkan Senin (16/11/2020), Negeri Matahari Terbit mencatat PDB tumbuh
5%, lebih baik dari perkiraan analis sebesar 4,4%.
Kenaikan
permintaan domestik serta ekspor membantu mendorong pertumbuhan secara
basis kuartalan (qtq). Sebelumnya ekonomi terpukul karena corona
(Covid-19) dan kenaikan pajak konsumsi.
Angka positif ini juga muncul setelah kontraksi beruntun dari Q4 2019
hingga kuartal Q2 2020. Di kuartal sebelumnya April hingga Juni,
ekonomi -8,2%, rekor dari kemerosotan yang pernah ada.
Sejumlah pengamat menilai pemulihan akan terus berlanjut. Setidaknya hingga kuartal terakhir tahun ini.
"Antara
Juli dan September, kegiatan ekonomi di Jepang mengalami kembali ke
status yang agak normal karena pemerintah mencabut keadaan darurat di
negara itu," kata Naoya Oshikubo, ekonom senior di Sumitomo Mitsui
Trust, dikutip dari AFP.
"Ke depan, kami percaya bahwa angka PDB
pada kuartal berikutnya akan terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan,
meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat."
Jepang sudah
berjuang dengan ekonomi yang stagnan dan dampak dari kenaikan pajak
konsumsi yang diterapkan tahun lalu sebelum pandemi melanda. Sementara
itu corona di negara ini lebih terkendali dibanding sejumlah negara maju
lain, dengan infeksi mendekati 120.000 dan kematian di bawah 2.000.
Secara tahunan ekonomi tumbuh pada rekor ekspansi 21,4% di Q3. Setelah sebelumnya ekonomi berada di rekor penurunan 28,8% di Q2. (sef/sef)
Info Lowongan Kerja
Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan