Rabu, 14 Juli 2021

Duh! Gara-gara Ini, Harga Emas Antam Sulit ke Rp 1 Juta/gram

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

 

PT RifanHarga emas dunia "bingung" akan melangkah kemana pada perdagangan Selasa kemarin, sempat naik tajam kemudian berbalik turun, sebelum akhirnya menguat tipis.

Hal tersebut berdampak pada turunnya harga emas Antam pada perdagangan Rabu (14/7/2021), tetapi juga tipis, dan makin sulit mencapai Rp 1 juta/gram.

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini tidak searah dengan emas dunia sebab nilai tukar rupiah sukses membukukan penguatan 2 hari beruntun kemarin.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika rupiah menguat maka harganya akan menjadi lebih murah ketika dikonversi ke Mata Uang Garuda. Alhasil, kenaikan tipis harga emas dunia ditekan oleh penguatan nilai tukar rupiah, emas Antam pun turun tipis.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas Antam ukuran 1 gram turun 0,11% ke Rp 945.000/batang. Kali terakhir, terakhir emas ini harganya di atas Rp 1 juta/batang pada 9 November tahun lalu.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 522,500 524,500 526,500
1 gr 945,000 949,000 953,000
2 gr 1,830,000 1,838,000 1,846,000
3 gr 2,720,000 2,732,000 2,744,000
5 gr 4,500,000 4,520,000 4,540,000
10 gr 8,945,000 8,985,000 9,025,000
25 gr 22,237,000 22,337,000 22,437,000
50 gr 44,395,000 44,594,000 44,794,000
100 gr 88,712,000 89,111,000 89,510,000
250 gr 221,515,000 222,511,000 223,508,000
500 gr 442,820,000 444,812,000 446,805,000
1000 gr 885,600,000 889,585,000 893,570,000

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin menguat tipis 0,09% ke US$ 1.807,43/troy ons, setelah sempat naik 0,6% dan turun 0,45%. Pergerakan volatil emas dunia tersebut terjadi pasca rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Inflasi yang dilihat berdasarkan Consumer Price Index (CPI) melesat 5,4% di bulan Juni dari periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2008, dan lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang disurvei Dow Jones yang memperkirakan pertumbuhan 5%.

Sementara itu inflasi inti, yang tidak memasukkan sektor makanan dan energi dalam perhitungan tumbuh 4,5%, jauh di atas prediksi 3,8% dan tertinggi sejak September 1991.

Kenaikan tajam inflasi tersebut memberikan dua efek ke emas. Yang pertama, emas secara tradisional dianggap lindung nilai terhadap inflasi. Artinya semakin tinggi inflasi, maka daya tarik emas sebagai aset investasi akan semakin meningkat. Permintaannya akan naik, hukum ekonomi pun bekerja, ketika permintaan naik dengan supply yang tidak berubah maka harganya akan naik.

Di sisi lain, rilis data inflasi membuat dolar AS mengamuk. Indeks dolar AS kemarin melesat 0,53%, yang membuat emas tertekan.

Emas merupakan aset yang dibanderol dolar AS, kala the greenback menguat tajam maka harganya akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Jika itu terjadi, maka permintaan emas akan menurun.

Belum lagi kenaikan inflasi kembali memunculkan isu tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) bank sentral AS (The Fed). Tapering merupakan musuh utama emas yang membuatnya masuk ke pasar bearish (tren menurun dalam periode yang panjang) di tahun 2013 hingga 2015 lalu.

Alhasil, emas dunia kebingungan menentukan arah kemarin dan berdampak pada penurunan tipis emas Antam.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Selasa, 13 Juli 2021

Harga Emas Antam To the Moon, Bisa Tembus Rp 1 Juta/gram?

Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk (ANTM) atau Logam Mulia Emas Antam pada pekan lalu melesat tajam mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir. 

Sebab itu, pada pekan ini harga emas Antam ini diramal berpeluang naik lagi dan berpotensi mendekati angka Rp 1 juta/gram seiring dengan kenaikan harga emas dunia.

Pada 28 Juli tahun lalu, emas Antam berhasil tembus Rp 964.120/gram untuk emas kepingan 100 gram yang lumrah dijadikan acuan, sedangkan untuk kepingan 1 gram berada di Rp 1.022.000/gram.

Sementara itu, pada perdagangan Senin kemarin, data situs logammulia.com mencatat harga emas Antam dengan berat 1 gram dijual Rp 950.000/batang, masih stagnan dibandingkan harga Sabtu lalu. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak 11 Juni lalu, dan sepanjang pekan lalu menguat 0,85%.

Emas Antam dengan berat 100 gram juga stagnan di Rp 89.212.000/batang atau Rp 892.120/gram. Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Gerak Harga Emas Antam Senin (12/7)

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 525,000 527,000 529,000
1 gr 950,000 954,000 958,000
2 gr 1,840,000 1,848,000 1,856,000
3 gr 2,735,000 2,747,000 2,759,000
5 gr 4,525,000 4,545,000 4,565,000
10 gr 8,995,000 9,035,000 9,075,000
25 gr 22,362,000 22,462,000 22,563,000
50 gr 44,645,000 44,845,000 45,046,000
100 gr 89,212,000 89,613,000 90,014,000
250 gr 222,765,000 223,767,000 224,769,000
500 gr 445,320,000 447,323,000 449,327,000
1000 gr 890,600,000 894,607,000 898,615,000

Emas saat ini perlahan mulai jadi primadona lagi sebab pelaku pasar mulai waswas perekonomian global akan kembali merosot akibat serangan baru virus corona. Selain itu, yield obligasi AS (US Treasury) sedang dalam tren menurun.

Treasury dan emas sama-sama dianggap aset aman (safe haven). Bedanya, Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil, hanya mengandalkan capital gain. Sehingga ketika yield Treasury naik, emas menjadi tak menarik, tetapi ketika yield tersebut turun emas mulai dilirik.

Apalagi ketika yield lebih rendah ketimbang inflasi di AS, maka riil return yang diperoleh menjadi negatif. Di sisi lain, emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, semakin tinggi inflasi, maka permintaan emas berpotensi meningkat.

Hal tersebut membuat emas saat ini kembali menarik pelaku pasar. Hasil survei mingguan yang dilakukan Kitco juga menunjukkan di pekan ini emas dunia akan kembali menguat, yang tentunya bisa mengerek emas Antam.

Dari 16 analis Wall Street yang disurvei, sebanyak 12 orang atau 75% memberikan proyeksi bullish (tren naik), 2 orang memberikan proyeksi bearish (tren turun) dan sisanya netral.

Sementara itu survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dari 902 partisipan, sebanyak 61% memberikan proyeksi bullish, 20% bearish, dan sisanya netral.

Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, mengatakan ia masih tetap bullish terhadap emas dalam jangka pendek. Tetapi, akan mengalami naik turun sebab para trader sudah mulai mengambil libur musim panas.

Adapun konsensus pasar yang dihimpun Refinitiv memperkirakan median harga emas pada kuartal III-2021 berada di US$ 1.781/troy ons. Dari posisi harga saat ini yang di US$ 1.807,98/troy ons, ada risiko koreksi sebesar 1,5%.

Shrea Paul, Analis Refinitiv, bahkan memperkirakan harga emas dunia bisa turun ke kisaran US$ 1.600/troy ons. Level support emas untuk bulan ini diperkirakan di US$ 1.678-1.650/troy ons.

Namun bukan berarti tidak ada peluang naik. Paul memperkirakan level resistance (batas atas) harga emas berada di kisaran US$ 1.856-1.875/troy ons.

"Investor akan terus memantau dinamika di bank sentral AS terkait arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, fokus pasar juga akan tertuju ke berbagai data ekonomi AS untuk mengetahui seberapa kuat pemulihan ekonomi dan laju inflasi, yang akan berdampak terhadap kebijakan bank sentral," sebut Paul dalam risetnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA (tas/tas)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Senin, 12 Juli 2021

Rekor Tinggi Sebulan, Harga Emas Antam Naik Lagi Pekan Ini?

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT Rifan FinancindoHarga emas Antam sepanjang pekan lalu mencetak kenaikan cukup tajam hingga mencapai level tertinggi dalam 1 bulan terakhir. Di pekan ini, emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini berpeluang naik kembali, mengingat harga emas dunia diramal akan melesat.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com Senin ini (12/7), emas Antam dengan berat 1 gram dijual Rp 950.000/batang, stagnan dibandingkan harga Sabtu lalu. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak 11 Juni lalu, dan sepanjang pekan lalu menguat 0,85%.

Emas Antam dengan berat 100 gram juga stagnan di Rp 89.212.000/batang atau Rp 892.120/gram. PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 525,000 527,000 529,000
1 gr 950,000 954,000 958,000
2 gr 1,840,000 1,848,000 1,856,000
3 gr 2,735,000 2,747,000 2,759,000
5 gr 4,525,000 4,545,000 4,565,000
10 gr 8,995,000 9,035,000 9,075,000
25 gr 22,362,000 22,462,000 22,563,000
50 gr 44,645,000 44,845,000 45,046,000
100 gr 89,212,000 89,613,000 90,014,000
250 gr 222,765,000 223,767,000 224,769,000
500 gr 445,320,000 447,323,000 449,327,000
1000 gr 890,600,000 894,607,000 898,615,000

Emas saat ini perlahan mulai jadi primadona lagi sebab pelaku pasar mulai was-was perekonomian global akan kembali merosot akibat serangan baru virus corona. Selain itu, yield obligasi (Treasury) AS sedang dalam tren menurun.


Treasury dan emas sama-sama dianggap aset aman (safe haven). Bedanya, Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil, hanya mengandalkan capital gain. Sehingga ketika yield Terasury naik, emas menjadi tak menarik, tetapi ketika yield tersebut turun emas mulai dilirik.

Apalagi ketika yield lebih rendah ketimbang inflasi di AS, maka riil return yang diperoleh menjadi negatif. Di sisi lain, emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, semakin tinggi inflasi, maka permintaan emas berpotensi meningkat.

Hal tersebut membuat emas saat ini kembali menarik pelaku pasar. Hasil survei mingguan yang dilakukan Kitco juga menunjukkan di pekan ini emas dunia akan kembali menguat, yang tentunya bisa mengerek emas Antam.

Dari 16 analis Wall Street yang disurvei, sebanyak 12 orang atau 75% memberikan proyeksi bullish (tren naik), 2 orang memberikan proyeksi bearish (tren turun) dan sisanya netral.

Sementara itu survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dari 902 partisipan, sebanyak 61% memberikan proyeksi bullish, 20% bearish, dan sisanya netral.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan ia masih tetap bullish terhadap emas dalam jangka pendek. Tetapi, akan mengalami naik turun sebab para trader sudah mulai mengambil libur musim panas.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Jumat, 09 Juli 2021

Top! Emas Antam Naik Lagi, Dekati Level Tertinggi 1 Bulan

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

 

Rifan FinancindoHarga emas Antam mencatat kenaikan 3 hari beruntun pada perdagangan Jumat (9/7/2021). Emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini berada di dekat level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas batangan ukuran/satuan 1 gram naik 0,21% ke Rp 947.000/batang. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 13 Juni lalu.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, yang biasa dijadikan acuan yakni satuan 100 gram hari ini naik 0,23% ke Rp 88.712.000/batang atau Rp 887.120/gram.

Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 522,5 524,5 526,5
1 gr 945 949 953
2 gr 1,830,000 1,838,000 1,846,000
3 gr 2,720,000 2,732,000 2,744,000
5 gr 4,500,000 4,520,000 4,540,000
10 gr 8,945,000 8,985,000 9,025,000
25 gr 22,237,000 22,337,000 22,437,000
50 gr 44,395,000 44,594,000 44,794,000
100 gr 88,712,000 89,111,000 89,510,000
250 gr 221,515,000 222,511,000 223,508,000
500 gr 442,820,000 444,812,000 446,805,000
1000 gr 885,600,000 889,585,000 893,570,000

Meski kemarin harga emas dunia melemah tipis 0,05% ke US$ 1.802,55/troy ons, harga emas Antam tetapi naik pada hari ini. Sebabnya, nilai tukar rupiah yang melemah cukup tajam 0,28% kemarin.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, saat rupiah melemah maka harganya akan lebih mahal ketika dikonversi ke Mata Uang Garuda.

Apalagi, harga emas dunia sebelum melemah tipis kemarin sudah membukukan penguatan 6 hari beruntun, sementara emas Antam baru ikut naik sejak Rabu lalu.

Status emas sebagai aset aman (safe haven) saat ini kembali membuatnya menarik. Sebab, pelaku pasar mulai cemas akan risiko perekonomian global yang kembali merosot akibat penyebaran terbaru virus corona.

Kecemasan tersebut membuat pelaku pasar memborong aset safe haven, khususnya obligasi (Treasury) AS. Treasury menjadi favorit karena masih memberikan imbal hasil (yield), tetapi ketika banyak diborong pelaku pasar maka yield-nya akan menurun. Saat yield yang diberikan lebih rendah ketimbang inflasi di AS, maka emas akan diuntungkan.

Apalagi, emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Sehingga outlook emas kembali bersinar.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan 

Kamis, 08 Juli 2021

Akhirnya Ikuti Emas Dunia, Harga Emas Antam Naik Rp 5.000

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

PT RifanSetelah naik tipis Rabu kemarin, harga emas Antam kembali menanjak pada perdagangan Kamis (8/7/2021), bahkan cukup signifikan. Dalam 2 hari terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. (ANTM) ini akhirnya mengikuti harga emas dunia.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas dengan berat/ukuran 1 gram dijual Rp 945.000/batang, naik Rp 5.000 atau 0,53% dibandingkan harga kemarin. PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami kenaikan RP 5.000/gram.

Satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dijual Rp 88.712.000/batang atau Rp 887.120/gram.

Tetapi harga tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 522,5 524,500 526,500
1 gr 945,000 949,000 953,000
2 gr 1,830,000 1,838,000 1,846,000
3 gr 2,720,000 2,732,000 2,744,000
5 gr 4,500,000 4,520,000 4,540,000
10 gr 8,945,000 8,985,000 9,025,000
25 gr 22,237,000 22,337,000 22,437,000
50 gr 44,395,000 44,594,000 44,794,000
100 gr 88,712,000 89,111,000 89,510,000
250 gr 221,515,000 222,511,000 223,508,000
500 gr 442,820,000 444,812,000 446,805,000
1000 gr 885,600,000 889,585,000 893,570,000

Harga emas Antam baru naik dalam kemarin dan hari ini, sementara emas dunia sudah 6 hari berturut-turut. Kemarin, harga emas dunia kemarin menguat 0,37% ke US$ 1.803,40/troy ons. Jebloknya yield obligasi (Treasury) Amerika Serikat menjadi pemicu kenaikan emas dunia.

Treasury dan emas merupakan aset yang dianggap aman (safe haven). Bedanya, Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil. Dampaknya, ketika yield Treasury naik maka emas menjadi tak menarik, dan sebaliknya ketika yield turun emas akan menjadi buruan. Apalagi, jika inflasi sedang tinggi. 

Yield Treasury tenor 10 tahun kini berada di 1,322%, level terendah sejak pertengahan Februari. Yield yang rendah, tetapi dengan inflasi yang tinggi di AS tentunya membuat riil return menjadi negatif, yang membuat obligasi AS menjadi kurang menarik.

Di sisi lain, emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi tinggi, logam mulia ini menjadi target investasi.

Apalagi, dalam rilis notula rapat kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) menunjukkan tidak akan terburu-buru melakukan tapering atau pengurangan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE). Artinya, tapering kemungkinan besar tidak dilakukan di tahun ini.

Mayoritas komite pembuat kebijakan moneter (FOMC) sepakat perekonomian harus menunjukkan "kemajuan substansial lebih jauh" sebelum The Fed mulai mengetatkan kebijakan moneter.

Hal tersebut menguntungkan bagi emas, dan justru membuat yield Treasury makin turun.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan