Rabu, 07 Juli 2021

Lumayan, Harga Emas Antam Naik Seceng Nih

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

 

PT Rifan Financindo - Harga Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk naik tipis pada perdagangan hari ini. Kenaikan ini mengikuti perkembangan harga emas dunia.

Pada Rabu (7/7/2021), harga Logam Mulia berada di Rp 940.000/gram. Naik Rp 1.000 dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Harga Logam Mulia dipengaruhi oleh harga emas dunia. Di pasar spot, harga emas dunia berada d US$ 1.97,53/troy ons, naik tipis 0,05%. Kemarin, harga naik 0,28%.

Kemungkinan investor melakukan aksi borong terhadap emas karena harganya sudah 'murah'. Dalam sebulan terakhir, harga emas dunia anjlok lebih dari 5%.

Kebijakan Moneter Masih Akan Longgar

Selain itu, pelaku pasar masih meyakini bahwa kebijakan moneter di berbagai negara, khususnya Amerika Serikat (AS), tetap akan longgar. Ini karena pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) menyisakan luka yang teramat dalam sehingga butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya.

"Apa yang kita lihat akhir-akhir ini adalah bank sentral menegaskan tidak akan menaikkan suku bunga acuan dengan tergesa-gesa. Investor menyadari bahwa kebijakan moneter akan tetap longgar, dan ini membantu menstabilkan harga emas," kata Fawad Razaqzada, Analis di ThinkMarket, seperti dikutip dari Reuters.

Saat kebijakan moneter tetap longgar, terutama di AS, maka mata uang dolar AS kemungkinan sulit menguat. Sebab pasokan dolar AS akan melimpah.

Berdasarkan survei Reuters terhadap 70 analis valas pada 28 Juni-1 Juli 2021, pelaku pasar memperkirakan dalam jangka pendek dolar AS boleh saja menjalani tren bullish. Namun dalam jangka panjang, tren itu akan mereda. Sebagian besar responden memperkirakan dolar AS akan melemah dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

"Kami memperkirakan dolar AS akan menguat dalam bebera bulan ke depan. Namun dalam horison jangka panjang, kami memperkirakan tren ini memudar," kata David Adams, Head of G10 FX Strategist di Morgan Stanley, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA (aji/aji)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Selasa, 06 Juli 2021

"Sang Raja" Dolar AS Masih Lesu, Rupiah Bisa ke Rp 14.400/US$

Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

 

PT Rifan FinancindoRupiah sukses menghentikan pelemahan 5 hari beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) Senin kemarin. Tidak hanya itu, rupiah juga menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia dengan penguatan 0,37% di Rp 14.476/US$. 

Ruang untuk kembali menguat masih terbuka untuk rupiah pada perdagangan Selasa (6/7/2021), sebab dolar AS masih mengalami tekanan. Setelah merosot 0,4% pada perdagangan Jumat lalu, indeks dolar AS masih turun tipis 0,02% ke 92,212 kemarin.

Meredupnya ekspektasi tapering atau pengurangan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE) bank sentral AS (The Fed) masih membuat "sang raja" mata uang lesu. Rilis data tenaga kerja pada Jumat pekan lalu dinilai oleh pelaku pasar belum cukup bagi The Fed untuk merubah proyeksi tapering dari tahun depan menjadi semester II 2021.

Analis Westpac, Imre Spesizer juga menyatakan para investor dolar AS kini harus menunggu hingga pertemuan tahunan Jackson Hole di bulan Agustus mendatang untuk melihat kembali peluang tapering dilakukan di tahun ini.

"Rilis data tenaga kerja kemungkinan membuat The Fed tidak akan melakukan tapering dalam waktu dekat. Saya pikir pasar melihat kemungkinan mendapat sinyal tapering di pertemuan Jackson Hole bulan Agustus," katanya sebagaimana dilansir CNBC International Senin (5/7/2021).

Jackson Hole merupakan acara tahunan yang mempertemukan bank sentral di seluruh dunia, begitu juga menteri keuangan, akademisi hingga praktisi dunia finansial. Sehingga pertemuan tersebut selalu dinanti-nanti oleh pelaku pasar.

Secara teknikal, potensi berlanjutnya penguatan rupiah masih terbuka lebar melihat indikator stochastic pada grafik harian mulai masuk ke wilayah overbought.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Artinya rupiah memiliki tenaga yang cukup besar untuk menguat.

idr 
Grafik: Rupiah (USD/IDR) Harian 
Foto: Refinitiv

Apalagi pada pekan lalu muncul pola-pola yang berpeluang membuat rupiah menguat bermunculan.

Pada Rabu (30/6/2021), rupiah membentuk pola Shooting Star, sehari setelahnya muncul pola gravestone doji. Keduanya tersebut merupakan pola ini merupakan sinyak reversal atau berbalik arahnya harga suatu aset. Dalam hal ini dolar AS melemah dan rupiah yang menguat.

Efeknya baru terlihat di awal pekan ini, dan bisa berlanjut lagi selama bertahan di bawah level psikologis RP 14.500/US$. Target penguatan rupiah ke kisatan Rp 14.450/US$ hingga Rp 14.430/US$. Jika mampu melewati level tersebut, rupiah berpotensi menguat ke Rp 14.400/US$. 

Sementara jika kembali ke atas Rp 14.500/US$, rupiah berisiko melemah ke Rp 14.550/US$.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Senin, 05 Juli 2021

Cek! Ada Peluang Harga Emas Antam Naik Tajam Pekan Ini

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

 

Rifan FinancindoHarga emas Antam sepanjang pekan lalu naik nyaris 1% dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni lalu. Peluang harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini naik tajam pekan ini terbuka lebar, sebab harga emas dunia diprediksi akan melesat lagi.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas Antam ukuran/satuan 1 gram turun 0,11% ke Rp 941.000/batang hari ini.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dijual Rp 88.312.000/batang atau Rp 883.120/gram, juga turun 0,11%.

Harga tersebut belum termasuk pajak sebesar 0,9% untuk pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sementara jika pembelian menggunakan NPWP pajaknya sebesar 0,45%.

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 520,500 522,500 524,500
1 gr 941,000 945,000 949,000
2 gr 1,822,000 1,830,000 1,838,000
3 gr 2,708,000 2,720,000 2,732,000
5 gr 4,480,000 4,500,000 4,520,000
10 gr 8,905,000 8,945,000 8,985,000
25 gr 22,137,000 22,236,000 22,336,000
50 gr 44,195,000 44,393,000 44,592,000
100 gr 88,312,000 88,709,000 89,106,000
250 gr 220,515,000 221,507,000 222,499,000
500 gr 440,820,000 442,803,000 444,787,000
1000 gr 881,600,000 885,567,000 889,534,000

Harga emas dunia sepanjang pekan lalu membukukan penguatan 0,36% ke US$ 1.786,79/troy ons. Kenaikan emas Antam jauh lebih besar ketimbang emas dunia sebab nilai tukar rupiah melemah 0,76% sepanjang pekan lalu.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, kala rupiah melemah maka harganya otomatis menjadi akan lebih mahal ketika dikonversi ke Mata Uang Garuda.

Di pekan ini, harga emas dunia diprediksi akan melaju kencang. Hasil survei mingguan Kitco terhadap para analis di Wall Street menunjukkan dari 13 orang, tidak ada satu pun yang memprediksi emas akan bearish (tren menurun) pekan ini. Sebanyak 9 analis memberikan proyeksi bullish (tren naik) dan sisanya netral.

Sementara survei terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dari 256 partisipan, sebanyak 49,6% memberikan proyeksi bullish, 25,8% bearish, dan sisanya netral.

Harga emas dunia berpeluang kembali menguat setelah meredupnya ekspektasi tapering atau pengurangan nilai pembelian aset (quantitative easing/QE) bank sentral AS (The Fed) pasca rilis data tenaga kerja AS.

Tapering merupakan musuh utama emas saat ini. Pernah terjadi di tahun 2013, harga emas saat itu mengalami tren penurunan dalam periode yang panjang.

Pada Jumat lalu, Badan Statistik Tenaga kerja AS melaporkan sepanjang bulan Juni terjadi penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll) sebanyak 850.000 orang, lebih banyak dari prediksi Reuters sebanyak 700.000 orang.

Meski jumlah perekrutan lebih banyak dari perkiraan, tetapi tingkat pengangguran justru naik menjadi 5,9% dari sebelumnya 5,8%.

"Saya pikir laporan tersebut sangat bagus, karena perekrutan tenaga kerja semakin cepat yang menjadi tanda positif pemulihan ekonomi di semester II. Tetapi data tersebut tidak akan membuat The Fed mengubah panduannya untuk memulai tapering saat ini, kata Angelo Kourkafas, ahli strategi investasi di Edward Jones, sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (2/7/2021).

Hal senada juga diungkapkan Bart Melek, kepala ahli strategi komoditas di TD Securities. Melek mengatakan virus corona varian delta masih menjadi ancaman yang bisa mengganggu pemulihan ekonomi Paman Sam.

Ditambah lagi, vaksinasi di beberapa wilayah yang berjalan dengan lambat, membuat The Fed akan berhati-hati dalam melakukan tapering atau pun menaikkan suku bunga.

Dengan tapering yang diperkirakan belum akan dilakukan dalam waktu dekat, indeks dolar AS berbalik merosot 0,4% pada perdagangan Jumat setelah sebelumnya menguat dalam 7 hari beruntun. Penurunan tersebut juga membantu emas dunia untuk kembali menajak, emas Antam juga akan terkerek.

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Jumat, 02 Juli 2021

Harga Emas Antam Naik Lagi, Awas Jangan Terlena Bunda!

Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Petugas menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Pegadaian, Jakarta. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

 

Rifan FinancindoSetelah mencatat kinerja bulanan terburuk dalam lebih dari 4 tahun terakhir, harga emas dunia mampu menguat pada perdagangan pertama Juli kemarin. Penguatan tersebut membuat harga emas Antam naik pada perdagangan Kamis (2/7/20210), tetapi risiko berbalik arah masih cukup besar.

Emas Antam satuan 1 gram hari ini dijual Rp 935.000/batang, naik 0,32% dibandingkan harga kemarin, berdasarkan data dari logammulia.com, situs resmi milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. yang memproduksi emas batangan ini.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, satuan 100 gram yang biasa dijadikan acuan dijual Rp 87.712.000/batang atau Rp 877.120/gram naik 0,34%.


Emas Batangan Harga per Batang Harga per Gram
0,5 Gram Rp 517.500 Rp 1.035.000
1 Gram Rp 935.000 Rp 935.000
2 Gram Rp 1.810.000 Rp 905.000
3 Gram Rp 2.690.000 Rp 896.667
5 Gram Rp 4.450.000 Rp 890.000
10 Gram Rp 8.845.000 Rp 884.500
25 Gram Rp 21.987.000 Rp 879.480
50 Gram Rp 43.895.000 Rp 877.900
100 Gram Rp 87.712.000 Rp 877.120
250 Gram Rp 219.015.000 Rp 876.060
500 Gram Rp 437.820.000 Rp 875.640
1000 Gram Rp 875.600.000 Rp 875.600

Harga emas dunia Kamis kemarin mampu menguat 0,38% ke US$ 1.776,99/troy ons. Namun, pada hari ini rentang berbalik melemah yang bisa menyebabkan harga emas Antam turun Sabtu besok.

Dolar AS yang sedang kuat-kuatnya membuat emas berisiko berbalik melemah, apalagi jika rilis data tenaga kerja AS nanti malam lebih bagus dari ekspektasi.

Hasil polling Reuters terhadap para ekonom menunjukkan sepanjang bulan Juni penambahan pekerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll) diprediksi sebanyak 700.000 orang, lebih banyak dibandingkan penambahan bulan Mei 559.000 orang. Sementara tingkat pengangguran diprediksi turun menjadi 5,7% dari sebelumnya 5,8%.

Data tersebut merupakan salah satu acuan bank sentral AS (The Fed) untuk menetapkan kebijakan moneter. The Fed sebelumnya sudah mengubah proyeksi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed), dari yang sebelumnya tahun 2024, menjadi tahun 2023, bahkan tidak menutup kemungkinan kenaikan dilakukan tahun depan.

Kini data tenaga kerja akan dilihat oleh pelaku pasar sebagai peluang tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (Quantitative Easing/QE) The Fed bisa dilakukan tahun ini atau tidak.

Sebelum menaikkan suku bunga, The Fed akan melakukan tapering terlebih dahulu. Tapering memberikan pukulan ganda bagi harga emas. Pertama dolar AS berpotensi menguat yang akan menekan harga emas karena berisiko menurunkan permintaan. Kemudian yang kedua kenaikan yield obligasi (Treasury) AS yang membuat emas menjadi tidak menarik.

Tapering pernah terjadi di tahun 2013 dan membawa emas dunia masuk ke tren bearish (tren penurunan dalam waktu yang lama). 

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan

Rabu, 30 Juni 2021

Apes! Harga Emas Antam Jeblok, Makin Jauh dari Rp 1 Juta/gram

Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)
Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

 

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas Antam tidak banyak bergerak dalam sepekan terakhir, kalau pun naik turun tidak lebih dari Rp 2.000/gram. Tetapi pada perdagangan hari ini, Rabu (30/6), penurunan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini cukup signifikan.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas ukuran/satuan 1 gram hari ini dijual Rp 927.000/batang, turun Rp 5.000/gram atau 0,54% dibandingkan harga kemarin.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan Rp 5.000/gram. Satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dijual Rp 86.912.000/batang atau Rp 869.120/gram.

Emas Batangan Harga per Batang Harga per Gram
0,5 Gram Rp 513.500 Rp 1.027.000
1 Gram Rp 927.000 Rp 927.000
2 Gram Rp 1.794.000 Rp 897.000
3 Gram Rp 2.666.000 Rp 888.667
5 Gram Rp 4.410.000 Rp 882.000
10 Gram Rp 8.765.000 Rp 876.500
25 Gram Rp 21.787.000 Rp 871.480
50 Gram Rp 43.495.000 Rp 869.900
100 Gram Rp 86.912.000 Rp 869.120
250 Gram Rp 217.015.000 Rp 868.060
500 Gram Rp 433.820.000 Rp 867.640
1000 Gram Rp 867.600.000 Rp 867.600

Anjloknya harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin menjadi pemicu merosotnya harga emas Antam. Emas dunia anjlok nyaris 1% ke US$ 1.761,09/troy ons merespon pernyataan para pejabat bank sentral AS (The Fed).

Salah satu dewan gubernur The Fed, Christopher Waller mengatakan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) bisa dilakukan secepatnya di tahun ini, dan suku bunga bisa dinaikkan akhir tahun depan.

Waller menjadi salah satu pejabat The Fed yang sangat optimistis akan pemulihan ekonomi dan sangat hawkish dalam meramu kebijakan moneter.

"Tingkat pengangguran secara substansial harus menurun, atau inflasi akan terus berada di level tinggi sebelum kita menaikkan suku bunga di 2022. Saya tidak mengesampingkan hal tersebut," kata Waller pada Bloomberg TV, Selasa (30/6/2021).

Hal senada juga diungkapkan Presiden The Fed wilayah Richmond Thomas Barkin yang mengindikasikan The Fed sudah membuat "kemajuan substansial" terkait target inflasi untuk bisa memulai tapering.

Pernyataan-pernyataan yang mengindikasikan pengetatan moneter dalam waktu dekat tersebut menjadi pemicu utama merosotnya harga emas dunia yang turut menyeret emas Antam.

Meski demikian, pelaku pasar juga masih menanti data tenaga kerja AS Jumat nanti. Selain inflasi, data tenaga kerja juga merupakan salah satu acuan The Fed dalam mengetatkan kebijakan moneter.

"Permintaan untuk menaikkan suku bunga akan menjadi lebih kencang dari jika kita melihat data tenaga kerja yang lebih bagus dari perkiraan, dan itu akan menekan emas" kata Bob Harberkorn, ahli strategi pasar di RJP Futures, sebagaimana dilansir CNBC International, Selasa (30/5/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA (pap/pap)

Sumber : CNBC Indonesia
Baca Juga :

Info Lowongan Kerja

Rifan Financindo
PT Rifan Financindo
PT Rifan