Senin, 04 September 2017

Harga Gabah Naik, Nilai Tukar Petani Langsung Terkerek 0,94% | Rifanfinancindo Palembang

Rifanfinancindo - PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan pada harga gabah sepanjang Agustus 2017 lalu. Harga gabah yang mengalami kenaikan tercatat terjadi pada tingkat petani hingga tingkat penggilingan. 

Menurut catatan Kepala BPS Suharyanto, harga gabah kualitas rendah di tingkat petani mencapai Rp4.013 per kg atau naik 2,67% dan di tingkat penggilingan Rp4.104 per kg atau naik 2,88%.

Kenaikan harga gabah ini juga diikuti oleh kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). NTP nasional Agustus 2017 sebesar 101,60 atau naik 0,94% dibanding NTP bulan sebelumnya. 

"Kenaikan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,92% sedangkan indeks harga yang dibayar petani yang turun sebesar 0,02%, ujar Kepala BPS Suharyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Pada Agustus 2017, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya, yaitu sebesar 1,82%. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan terbesar dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya, yaitu sebesar 0,44%. 

"Pada Agustus 2017 terjadi deflasi pedesaan di Indonesia sebesar 0,12% disebabkan oleh turunnya indeks kelompok bahan makanan. Hal ini turut berdampak pada nilai tukar petani," ujar Suharyanto.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2017 tercatat sebesar 110,61 atau naik 0,78% dibanding NTUP bulan sebelumnya.
(dni)

Sumber : Okezone 


Kamis, 31 Agustus 2017

Dolar AS Berjaya, Harga Emas Malah Tertekan Positifnya Data Ekonomi AS | Rifan Financindo Palembang

Rifan Financindo - PALEMBANG - Nilai kontrak emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dari level tertinggi 11 bulan. Sentimen yang mempengaruhi harga komoditas ini adalah positifnya data ekonomi yang mendorong nilai dolar Amerika Serikat (AS) sehingga menekan harga logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif diperdagangkan untuk pengiriman Desember turun USD4,8 atau 0,36% menjadi USD1.314,10 per ounce. 

Departemen Perdagangan AS merevisi kenaikan produk domestik bruto (PDB) riil untuk kuartal kedua 2017 ke tingkat tahunan sebesar 3%, padahal analis hanya memproyek PDB 2,6%.

Data ekonomi AS yang positif tersebut menjadi vitamin bagi dolar AS yang tengah dalam tren pelemahan. Sebaliknya, hal ini menekan harga emas untuk mundur menyusul kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. 

Indeks dolar AS membukukan kenaikan 0,53% menjadi 92,82. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Rumus umum, saat dolar AS naik nilai emas berjangka akan turun.

Emas sekarang sedang melakukan konsolidasikan di atas level USD1.300, meskipun ada risiko geopolitik yang sedang berlangsung di Semenanjung Korea. 

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 1,3 sen atau 0,07%, menjadi USD17,503 per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun USD8,3 atau 0,83%, menjadi USD995,2 per ounce.
(wdi)
Sumber : Okezone 


Rabu, 30 Agustus 2017

Pelaku Pasar Tunggu Dampak Peluncuran Rudal Korut, Wall Street Ditutup Menguat | PT Rifan Financindo Palembang

PT Rifan Financindo - PALEMBANG - Bursa saham di Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup menguat pada perdagangan waktu setempat. Investor saat ini masih mencerna dampak dari peluncuran rudal yang dilakukan oleh Korea Utara data juga data ekonomi AS. 

Dow Jones Industrial Average bertambah 56,97 poin atau 0,26% ke 21.865,37, indesk S&P 500 naik 2,06 poin atau 0,08% menjadi 2.446,30. Indeks Composite Nasdaq bertambah 18,87 poin atau 0,30% menjadi 6.301,89.

Seperti diketahui, Korea Utara meluncurkan sebuah rudal dan jatuh ke Samudra Pasifik di Hokkaido setelah melewati kepulauan Jepang. Pemerintah Jepang mengatakan akan membuat sebuah pertemuan darurat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan akan meminta masyarakat internasional untuk bekerja sama dan memberi tekanan lebih terhadap Korea Utara. 

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara telah meningkat awal bulan ini, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Korea Utara akan menghadapi "api dan kemarahan" jika terus mengancam Amerika Serikat.

Sementara itu, para investor juga mengawasi sektor energi karena laporan menunjukkan Badai Harvey telah menyebabkan kerusakan besar dan evakuasi di Texas. 

Di sektor ekonomi, Indeks Harga Rumah Nasional NSA melaporkan kenaikan tahunan 5,8% pada Juni, sedikit lebih tinggi dari posisi Mei, menurut data dari S&P CoreLogic Case-Shiller.

Indeks Kepercayaan Konsumen naik menjadi 122,9 pada Agustus, naik dari 120,0 pada Juli, menurut Conference Board, mengalahkan ekspektasi pasar.
(rzk)
Sumber : Okezone 


Selasa, 29 Agustus 2017

China Nyolong Start Kembangkan Mobil Listrik di Bali

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -  JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut adanya rencana Kementerian Teknologi China yang minati investasi pengembangan mobil listrik di Indonesia. Saat ini prosesnya masih dalam tahap negosiasinya.
"Kita terus terang juga ini sedang kerjasama dengan Ministry of Technology China untuk investasi mengembangkan mobil listrik di Bali. Kita sedang mengupayakan itu," ujar Kepala Balitbang ESDM Sutijastoto di Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (28/8/2017).
Dalam merealisasikannya, Balitbang akan menyiapkan infrastruktur pendukung mobil listrik. Salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
"Kita sedang koordinasi dengan PLN, PLN meniyapkan SPLU (Stasius Pengisial Listrik Umum), kemudian kita negosiasi dan hitung-hitung ini keekonomian gimana,"ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan penghitungan keekonomian mobil listriknya. Nanti setelah keekonomian itu maka kerjasama pengembangan mobil listrik berlanjut pada pembuatan pabrik di dalam negeri.
"Jadi tahap awal masok mobil listrik di sini. Nanti economy of skill sudah ada baru bangun pabrik ke sini," tuturnya.

Kementerian ESDM Proses Perpres Mobil Listrik, Sampai di Mana Perkembangannya?

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu telah mengeluarkan instruksi tertulis yang isinya meminta pengembangan mobil listrik didukung penuh Dipicu oleh surat Menteri ESDM, Ignasius Jonan, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) Juni lalu, kini wacana pengembangan mobil listrik kembali menggaung. Jokowi telah mengeluarkan instruksi tertulis, yang isinya meminta pengembangan mobil listrik didukung penuh semua kementerian dan lembaga terkait
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Soomeng mengatakan saat ini pihaknya akan segera menyiapkan draft Peraturan Presiden (Perpresnya) mengenai mobil listrik tersebut. Di mana saat ini, Perpres tersebut sudah masuk kepada tahap dengar pendapat dapat dari masing-masing Kementerian yang terkait.
Bentar lagi kita akan bicarakan terkait draft perpresnya. kita tinggal dibicarakan itu kan melibatkan banyak kementerian dan lembaga ini. Sekarang tinggal masing-masing kementerian memberikan tanggapannya," ujarnya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
Karena untuk membuat Perpres mengenai mobil listrik tersebut perlu melibatkan beberapa lintas Kementerian dan Instansi. Sepeti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Perdagangan (Kemendag) hingga Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
"Kementerian yang terkait kan ada dari perhubungan kepolisian perdagangan banyak sekali," jelasnya
Sebelumnya Andy juga sempat mengungkapkan berbagai negara seperti Prancis, Inggris, dan India sudah mulai mengganti mobil-mobil konvensional dengan mobil listrik. Oleh karena itu Indonesia juga harus memulainya.
"Prancis 2020 sudah harus pakai mobil listrik, Inggris juga, India pun sudah mulai. Kita juga harus mulai," ucapnya
(dni)
Sumber: okezone.com
Rhd - rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Baca Juga :

Kamis, 24 Agustus 2017

Persediaan AS Diperketat, Harga Minyak Dunia Naik | Rifanfinancindo Palembang

Rifanfinancindo - PALEMBANG - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena pasar melihat tanda-tanda pengetatan persediaan minyak, terutama di Amerika Serikat. 

Persediaan minyak mentah Amerika Serikat telah turun secara konsisten dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengurangi kekhawatiran investor tentang kelebihan pasokan global yang kronis.

Pada pekan yang berakhir 11 Agustus, persediaan minyak mentah AS turun sebesar 8,95 juta barel, hampir tiga kali ekspektasi pasar untuk penurunan 3,1 juta barel, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada pekan lalu. 

EIA akan merilis data persediaan minyak mentah terbaru pada Rabu (23/8) waktu setempat dan pasar memperkirakan persediaan akan jatuh lebih lanjut. 

Selain itu, jumlah rig di Amerika Serikat yang tergolong sebagai pengeboran minyak juga berkurang lima rig menjadi 763 rig dalam pekan yang berakhir 18 Agustus, menurut perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (18/8). 

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, bertambah USD0,27 menjadi menetap di USD47,64 per barel di New York Mercantile Exchange. 

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober, naik USD0,21 menjadi ditutup pada USD51,87 per barel di London ICE Futures Exchange. 

(rzy)
Sumber : Okezone